Terindikasi Dugaan Adanya Kerugian Negara Terkait Beras Bansos Covid-19″M.Syukri No Coment

0 31

Lampung barat,

Hasil pemeriksaan Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP)daerah kabupaten lampung barat (Lambar) terkait Dugaan adanya kerugian negara dalam pengadaan beras bansos covid-19, yang disinyalir dalam pengadaan barang dan jasa bansos beras terindikasi bermasalah/busuk, kejelasannya hasil pemeriksaannya sampai saat ini sangat ditunggu-tunggu awak media dikabupaten ini, bahkan beredar kabar polemik ini sudah masuk tahapan penyelidikan aparat penegak hukum kajati lampung, namun disayangkan M.Sukri sekretaris insfektorat lambar tidak berani menjawab terkait hasil pemeriksaan lembaga dimana ia bekerja.menurutnya hanya pak inspektur yang boleh menjawab konfirmasi terkait hasil pemeriksaan APIP. Imbuhnya. Pada Senin (24 / 08) diruang kerjanya.

Terkait polemik bansos beras covid-19 ini, ketika dikonfirmasi dengan Edi Yusup Kadissos kabupaten setempat, beliau menjawab kami dalam pelaksanaannya pengadaan barang dan jasa beras bansos sudah sesuai dengan aturan, mengacu kepada Surat Edaran (SE) Kepala Lembaga Kebijakan Pengelolaa barang dan jasa Pemerintah (LKPP) nomor 3 tahun 2020 dengan sumber dana hasil refocusing dan realokasi anggaran sesuai dengan instruksi menteri dalam negeri nomor 4 tahun 2020. Imbuh Edi Yusup diruang kerjanya belum lama ini.

Lanjut Edi Yusup, pengadaan beras bansos covid ini sudah diperiksa APIP, karena hanya lembaga ini dan BPK yang mempunyai kewenangan, sedangkan lembaga penegak hukum yang lain bukan ranahnya, sayakan Sarjana hukum katanya, adapun hasil dari APIP mulai dari penunjukan pihak ketiga, pengadaan barang dan jasa hingga pendistribusiannya kita laksanakan sesuai aturan, tapi beliau mengakui bahwa adanya pengembalian uang negara sebanyak Rp.1.112 milyar oleh pihak ketiga.

Sekedar diketahui bahwa pengadaan paket beras bansos 35 ribu atau 350 ton beras dengan butjed Rp.14.000/kg dan 14ribu ikan kaleng kemasan memakan anggaran Rp.8.1 milyar dari anggaran hasil refucusing dan realokasi anggaran covid tahun 2020.

Terendus kabar bahwa polemik beras bansos virus covid-19 lampung barat mulai diusut kajati lampung, namun ketika hendak dikonfirmasi dikejaksaan negeri liwa pada Selasa (25/08) pihak kejaksaan lagi di kota bumi ungkap staf yang ada. (A/T)

Sekretaris Inspektorat Lampung Barat M.Syukri

 

Slide

20210620_200827
20210620_200608
20210620_200950
20210620_200858
20210620_193725 (1)
20210620_200827 20210620_200608 20210620_200950 20210620_200858 20210620_193725 (1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!